Di Kampung Babakan Jareged RT02 RW09, Desa Parakan, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, terdapat seorang petani muda bernama Babang Sadud (25 tahun) yang telah menekuni usaha tani jeruk selama hampir satu dekade. Keputusannya terjun ke dunia pertanian bukan tanpa alasan. Selain ingin memiliki usaha jangka panjang, Babang juga termotivasi untuk melanjutkan perjuangan orang tuanya dalam bidang pertanian.
Saat ini, Babang mengelola sekitar 450 pohon jeruk yang ditanam di lahan seluas 200 tumbak. Meski baru memasuki masa produktif selama 2 tahun, hasil panen yang didapat tidak main-main. Dalam sekali panen, kebun jeruk miliknya bisa menghasilkan hingga 9 kuintal sampai 1 ton jeruk.
Jenis jeruk yang ditanam cukup beragam, antara lain jeruk siam, jeruk garut, jekgun, dan jeruk purut. Ia menjelaskan bahwa tanda jeruk yang sudah matang bisa dikenali dari tekstur yang empuk dan warnanya yang khas.
Sistem panennya fleksibel, tergantung pada permintaan konsumen, dan jeruk-jeruk tersebut dipasarkan ke pasar-pasar lokal serta bandar dari wilayah Samarang. Meski begitu, Babang masih mengelola seluruh kegiatan pertaniannya secara mandiri.
Dalam menjaga kualitas tanaman, Babang melakukan perawatan rutin, seperti penyemprotan obat dua kali dalam sebulan untuk melindungi jeruk dari serangan hama. Namun, tantangan tetap ada. Salah satu kendala utama yang sering dihadapi adalah serangan hama congcong seperti semut, yang menyebabkan buah jeruk gugur sebelum waktunya.
Untuk informasi lebih lanjut atau berminat pada hasil panen jeruk Babang Sadud, dapat langsung menghubungi beliau melalui WA: 0831-7802-9128.
Tim Liputan Desa Parakan….