Di tengah suasana pedesaan yang asri di Kampung Toblong RT02 RW07, Desa Parakan, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, tumbuh sebuah usaha kreatif yang mulai dikenal luas, yakni kerajinan manik payet milik Mira Khoiriyah, pemilik brand Amirah Official. Usaha ini telah berjalan selama lebih dari satu tahun, dan terus berkembang berkat ketekunan serta pemberdayaan warga sekitar, khususnya para ibu rumah tangga.
Kegiatan menghias busana dengan manik dan payet ini tidak hanya sekadar usaha, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan perempuan desa. Tercatat ada 14 orang pemanik payet, sebagian besar adalah ibu-ibu dari Desa Parakan, dan beberapa berasal dari kampung lain. Mereka bekerja dengan telaten dan penuh keahlian.
Setiap pemayet yang sudah mahir mampu menyelesaikan hingga 3 baju dalam sehari. Dalam sistem kerjanya, setiap pemanik diberikan 5 baju dan diminta menyetorkan hasil pekerjaan mereka sebanyak 3 kali sehari, untuk memastikan progres kerja berjalan lancar.
Sebelum dikirim atau dipasarkan, hasil payetan selalu melalui proses pengecekan ulang oleh tim. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas kerapihan dan kerapatan payet, yang menjadi ciri khas produk dari Amirah Official.
Usaha ini juga memberi ruang bagi pemula. Para pemayet baru akan dibimbing hingga mahir. “Kami saling mengajari agar semuanya bisa cepat bisa,” ujar Mira, menegaskan bahwa usaha ini juga menjadi wadah pembelajaran dan tumbuh bersama.
Untuk pemasaran, produk manik payet milik Mira dipasarkan secara digital melalui berbagai platform media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan lainnya. Strategi ini membuat produk mereka menjangkau konsumen lebih luas, tidak hanya dari wilayah Garut, tapi juga dari luar daerah.
Kerajinan ini membuktikan bahwa dengan semangat, ketekunan, dan kolaborasi, potensi desa bisa menjadi sumber ekonomi kreatif yang menjanjikan.
Tim Liputan Desa Parakan……..