Di Desa Parakan, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, terdapat salah satu potensi usaha yang sudah lama dikenal oleh masyarakat sekitar, yaitu Tahu Mutiara milik Ayi Sulaeman (50). Usaha tahu ini telah dirintis sejak tahun 2014 dan hingga kini tetap bertahan menjadi salah satu sumber penghidupan keluarga serta pemasok tahu di wilayah Samarang.
Berawal dari tekad untuk membuka usaha mandiri, Pak Ayi bersama keluarga mulai memproduksi tahu secara sederhana di rumahnya di Kampung Jareged Tengah RT 02 RW 01. Jenis tahu yang diproduksi ada dua, yaitu tahu goreng dan tahu kuning (sering disebut juga tahu sayur). Setiap hari, usaha ini menghabiskan sekitar 50 kg kacang kedelai sebagai bahan baku utama. Proses produksi dilakukan setiap hari dari pagi hingga sore, menandakan tingginya permintaan dan konsistensi dalam menjaga kualitas produksi.
Tahu Mutiara dikenal karena rasa gurihnya yang khas, membuat pelanggan yang sudah mencoba pasti ingin kembali membeli. Jenis yang paling banyak diminati adalah tahu goreng, yang dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp250, Rp300, hingga Rp440 per potong, tergantung ukuran dan jenisnya. Sedangkan untuk tahu kuning, biasa dijual dengan harga Rp2.500 per bungkus, dan kerap dibeli oleh para pedagang sayur di sekitar desa.
Hasil produksi Tahu Mutiara dipasarkan ke Pasar Samarang dan juga melayani pembeli yang datang langsung ke lokasi produksi. Sistem pemasaran masih sederhana dan mengandalkan jaringan pelanggan tetap serta pembeli langsung dari mulut ke mulut, namun produk ini tetap memiliki daya tarik tersendiri karena kualitas dan rasa yang terjaga.
Dalam menjalankan usaha ini, Pak Ayi masih dibantu oleh istri dan keluarga. Kendala yang dihadapi terutama adalah permodalan, yang membuatnya belum bisa memperluas produksi atau menyetok tahu dalam jumlah besar. Meski begitu, semangat keluarga Pak Ayi untuk terus mempertahankan usaha ini tidak pernah surut. Mereka berharap ke depan bisa mendapatkan dukungan permodalan atau pelatihan usaha agar produksi dan pemasaran Tahu Mutiara bisa semakin berkembang.
Dengan rasa gurih yang khas dan proses produksi yang masih mempertahankan cita rasa tradisional, Tahu Mutiara menjadi salah satu potensi kuliner khas Desa Parakan, Kecamatan Samarang, Garut yang patut dipertahankan dan dikembangkan.
Kontak: 0853-5305-9638 (Ayi Sulaeman)