Di balik perbukitan hijau dan udara sejuk Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, terdapat sosok inspiratif yang telah lebih dari satu dekade menekuni dunia peternakan domba adu. Adalah Pak Jajang Idan (60 tahun), seorang warga Kampung Caringin RT 03 RW 08, Desa Parakan, yang secara mandiri mengelola peternakan domba adu dengan penuh dedikasi.
Perjalanan Pak Jajang di dunia domba adu bermula dari tawaran teman yang memperkenalkannya pada hewan tangguh nan khas ini. Siapa sangka, dari sebuah perkenalan sederhana, kini beliau memiliki 8 ekor domba terdiri dari 2 betina dan 6 jantan, dengan klasifikasi kelas A, B, dan C.
Meski dijalankan secara mandiri, Pak Jajang tetap menerapkan standar perawatan yang disiplin, seperti pemberian pakan yang dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore, berupa rumput alami yang ia cari sendiri., kebersihan kandang dan domba dijaga setiap hari, tergantung kondisi kotorannya dan penjemuran rutin dilakukan setiap hari, agar domba tetap kekar dan terhindar dari penyakit.
Salah satu ciri khas dari peternakan Pak Jajang adalah pemberian nama unik pada setiap domba yang ia pelihara. Nama-nama seperti Si Keramat, Si Bagja, Si Janet, dan Semit menjadi identitas tersendiri bagi domba-domba tangguh miliknya.
Tak hanya dipelihara, domba-domba milik Pak Jajang juga aktif mengikuti ajang ketangkasan domba di berbagai daerah seperti Soreang dan Majalaya Kabupaten Bandung, Leles, Kadungora dan Rancabango Tarogong, hingga berbagai wilayah lain di Garut. Hal ini bukan hanya menjadi hiburan, tapi juga ajang untuk meningkatkan nilai jual dan prestise domba-domba miliknya.
Pak Jajang mengakui bahwa beternak domba adu bukan perkara mudah. “Susah-susah gampang,” ujarnya. Namun, hasilnya bisa menjanjikan, terlebih jika domba berprestasi atau diminta sebagai bibit unggulan. Penjualan bibit pun dilakukan sesuai permintaan konsumen.
Bagi Anda yang tertarik mengetahui lebih lanjut tentang peternakan domba milik Pak Jajang, bisa menghubungi no Whatsapp : 082119392190
Tim Liputan Desa Parakan....